Kamis, 21 November 2013

Mencari ADAPTOR Pemikiran



Mencari  ADAPTOR  Pemikiran
Otakku, bagai peralatan elektronik bertegangan 09 volt, sedang menerima luberan pemikiran Pemikir yang bertegangan 110 atau 220 volt,  menjadikan otakku panas  mataku berlinang-linang dan pendengaranku mendengung karena rembesannya, kini aku sedang mencari seseorang sebagai adaptor agar aku dapat mencerna dengan baik.
Rupanya, tidak semua pemikiran para Pemikir sebagai Komunikator dapat dicerma oleh pendengar atau pembacanya, untuk itu perlu adanya mediator yang dapat menjembatani ataupun menterjemahkan maksud pemikiran tersebut dengan bahasa yang sesuai, dapat dimengerti, adan dapat dipahami oleh Komuniken
++


+++Musa memohon kepada Alah agar Harun sebagai mediator antara ia dan bani isroil.
Nabi Musa semenjak kecil hingga usia kur-kuran antara 21-29 tahun hidup dalam lingkungan keraton Kerajaan Firaun, dimana kehidupan masyarakat dalam keraton  sangat berbeda dengan mereka yang berada di di luar keraton. Kehidupan dalam keraton pada umumnya penuh dengan aturan bagaimana harus berbusana,  bertutur kata dan bergerak dalam panduan protocol.
Nabi Musa diutus mejadi rasul bagi Bani Isroil, dimana mereka berada di luar keraton sebagai orang tertindas yang  memiliki budaya kebiasan-kebiasaan serta tutur kata yang berbeda dengan kehidupan dalam keraton.
Tutur-kata dalam lingkungan keraton menggunakan Bahasa Koptik sedangkan diluar keraton sebagian berbahasa Ibroni dan sebagian yang lain berbahasa Hexos. Sungguhpun demikian Musa alaihi salam selama di keraton dapat juga sedikit berbahasa Ibroni yang ia pelajari dari ibunya walaupun Firaun melarang bagi seluruh penghuni keraton agar lidahnya untuk tidak berucap bahasa Ibroni.
Menyadari akan kekurangan kosa kasa Ibroni, lagi pula lidahnya tidak sefasih orang-orang Isroil berbahasa Ibroni dari segi tutur-rasa dan gramatika seperti yang mereka tuturkan sebagai Bahasa-Ibu.   Musa memohon kepada Allah agar berkenan  mengangkat Harun saudara seayahnya yang lebih memahami dan fasih berbahasa Ibroni untuk menjadi rasul sebagai pendampingnya agar  wahyu dan ajaran yang ia terima dapat dipahami dan diterima dengan mudah.

+++ khotibun naas bi qodri uqulihim
+++Wahyu yang diterima melaui jibril
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar